PROFIL S1 PENDIDIKAN DOKTER

Kaprodi S1 Pendidikan Dokter

Marinda Dwi Puspitarini, dr., M.Si

Sekrodi S1 Pendidikan Dokter

Dr. Renny Novi Puspitasari, dr., M.Si

Menghasilkan lulusan sarjana kedokteran yang terkemuka di bidang kedokteran pencegahan, unggul di tingkat nasional dan internasional (ASEAN), profesional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, berjiwa wirausaha serta berkarakter Islami.

  1. Menyelenggarakan pendidikan dokter berdasarkan sumber daya dan atmosfer yang kompetitif untuk memacu keinginan belajar, berpikir analitis, kritis, dan inovatif.
  2. Melaksanakan dan mengembangkan penelitian kedokteran dasar dan kedokteran komunitas terutama di lingkungan pesantren untuk menghasilkan karya ilmiah bermutu, kreatif, inovatif di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang bermanfaat dan berhasil guna.
  3. Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang kesehatan melalui penguatan Sivitas Akademika dan Mitra Kerja untuk mendapatkan inovasi dan keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
  4. Mengembangkan sumber daya manusia yang mampu menguasai dan menerapkan IPTEKS untuk meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika sebagai profesional yang memiliki integritas.
  5. Melaksanakan good governance yang profesional dalam mengelola program studi pendidikan dokter didasari jiwa wirausaha dan nilai-nilai islami.
  6. Menumbuhkembangkan budaya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah dalam kehidupan sivitas akademika.

Unggul

Sesuai dengan Surat Keputusan LAMPTKes Nomor 0477/LAM-PTKes/Akr/Sar/IV/2025 Tahun 2025 Program Studi S1 Pendidikan Dokter  mendapatkan akreditasi.

~ Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKES)

Struktur Kurikulum FK UNUSA

Semester 1
Semester Mata Kuliah K P T SKS
1 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 2 0 0 2
Bahasa Indonesia 2 0 0 2
Pendidikan Agama Islam 2 1 0 3
Biologi Kedokteran dan Biomolekuler 2 1 0 3
Anatomi Kedokteran 3 1 0 4
Modul Integratif Dasar 0 0 1 1
Keterampilan Klinis I 0 2 0 2
Kedokteran Islam 1 0 0 1
Total SKS 18
Semester 2
Semester Mata Kuliah K P T SKS
2 Manajemen Data 2 0 0 2
Histologi Kedokteran 2 1 0 3
Fisiologi Kedokteran 3 1 0 4
Biokimia Kedokteran 2,5 0,5 0 3
Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan 2 0 0 2
Integratif Struktur dan Fungsi Normal 0 0 1 1
Keterampilan Klinis II 0 2 0 2
Aswaja dan Kepesantrenan 2 0 0 2
Pemberdayaan Kesehatan Pesantren I 0 1 0 1
Total SKS 20
Semester 3
Semester Mata Kuliah K P T SKS
3 Filsafat Ilmu 2 0 0 2
Bahasa Inggris 2 0 0 2
Etika dan Hukum Kedokteran 2 0 0 2
Mikrobiologi Kedokteran 2 1 0 3
Parasitologi Kedokteran 2 1 0 3
Integratif Struktur dan Fungsi Abnormal 0 0 2 2
Keterampilan Klinis III 0 2 0 2
Kewirausahaan Sosial 1 1 0 2
Fiqih Medis 2 0 0 2
Total SKS 20
Semester 4
Semester Mata Kuliah K P T SKS
4 Metodologi Penelitian 3 0 0 3
Patologi Anatomi 2 1 0 3
Patologi Klinik 2 1 0 3
Farmakologi Kedokteran 3 1 0 4
Biostatistik dan Kependudukan 2 0 0 2
Integratif Patologi 0 0 2 2
Keterampilan Klinis IV 0 2 0 2
Pemberdayaan Kesehatan Pesantren II 0 1 0 1
Total SKS 20
Semester 5
Semester Mata Kuliah K P T SKS
5 Ilmu Penyakit Dalam 2 0 0 2
Ilmu Kesehatan Anak 2 0 0 2
Ilmu Kedokteran Mata 2 0 0 2
Ilmu Neurologi 2 0 0 2
Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin 2 0 0 2
Keterampilan Klinis V 0 2 0 2
Integratif Klinis I 0 0 2 2
Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung dan Tenggorokan 2 0 0 2
Kedokteran Tropis 3 0 0 3
Informatika Biomedik / Obat Tradisional 2 0 0 2
Total SKS 21
Semester 6
Semester Mata Kuliah K P T SKS
6 Ilmu Bedah 2 0 0 2
Ilmu Obstetri dan Ginekologi 2 0 0 2
Ilmu Anestesiologi dan Reanimasi 2 0 0 2
Ilmu Radiologi 2 0 0 2
Ilmu Kesehatan Jiwa 2 0 0 2
Ilmu Forensik Dan Medikolegal 2 0 0 2
Integratif Klinis II 0 0 2 2
Keterampilan Klinis VI 0 2 0 2
Pemberdayaan Kesehatan Pesantren III 0 1 0 1
Agama Terapan 1 1 0 2
Kuliah Kerja Nyata 0 2 0 2
Total SKS 21
Semester 7
Semester Mata Kuliah K P T SKS
7 Skripsi 3 0 0 3
Sistem Hematologi dan Imunologi 1,5 0,5 0 2
Sistem Kardiovaskuler dan Respirasi 1,5 0,5 0 2
Sistem Ginjal dan Saluran Kemih 1,5 0,5 0 2
Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier dan Pankreas 1,5 0,5 0 2
Sistem Neuropsikiatri 1,5 0,5 0 2
Integratif Sistem Organ I 0 0 2 2
Keterampilan Klinis VII 0 2 0 2
Gizi Kedokteran 1 1 0 2
Profesionalitas Dokter Islami 0 1 0 1
Total SKS 20
Semester 8
Semester Mata Kuliah K P T SKS
8 Sistem Muskuloskeletal dan Integumen 1,5 0,5 0 2
Sistem Indera 1,5 0,5 0 2
Sistem Endokrin, Metabolisme dan Nutrisi 1,5 0,5 0 2
Sistem Reproduksi 1,5 0,5 0 2
Ilmu Farmasi Kedokteran 1 0 0 1
Ilmu Kedokteran Fisik & Rehabilitasi Medis 2 0 0 2
Ilmu Kedokteran Komunitas, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 2 1 0 3
Integratif Sistem Organ II 0 0 2 2
Keterampilan Klinis VIII 0 2 0 2
Manajemen Bencana / Manajemen Poskestren 2 0 0 2

Berita Terkini

” BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULAR “

” BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULAR “

” BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULAR ”

dr Irmawan Farindra, MSi – Dosen Fakultas Kedokteran

TELEPON selular atau ponsel adalah alat komunikasi yang dapat memancarkan gelombang elektromagnetik sebagai sarana untuk menerima dan mengirim sinyal atau informasi.

Gelombang elektromagnetik akan menghasilkan sebuah energi elektromagnetik yang dapat berpindah-pindah yang disebut radiasi elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik termasuk radiasi non-pengion yang tidak mampu mengionisasi molekul, namun mampu memicu pembentukan radikal bebas akibat proses eksitasi.

Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kerusakan jaringan akibat stres oksidatif dan penurunan akitifitas antioksidan pada tikus Wistar yang dipapar radiasi elektromagnetik ponsel.

Terpicunya kematian sel (apoptosis) pada jaringan yang dipapar ponsel. Peningkatan mediator-mediator inflamasi pada jaringan yang dipapar radiasi ponsel secara kronis.
Meskipun sejauh ini penelitian terkait dampak radiasi elektromagnetik dilakukan pada hewan uji coba, tidak menutup kemungkinan dampak yang sama akan dialami juga oleh manusia. Jika melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan sejauh ini, dampak yang dapat diberikan terhadap kesehatan ketika terpapar radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel secara berlebihan, antara lain:
1. Gangguan hipersensitivitas elektrikal berupa sakit kepala, pening, serta kelelahan.
2. Mengganggu aktivitas otak sehingga menimbulkan gangguan tidur, memori spasial, kemampuan kognitif, serta proses belajar.
3. Berpotensi merusak sel-sel di dalam tubuh (spermatozoa, neuron, dll).

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga kebiasaan sehari-hari dalam menggunakan ponsel agar dapat meminimalisir dampak dari radiasi ponsel pada kesehatan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Menjauhkan ponsel ketika akan tidur. Hal ini dapat menjaga kualitas tidur anda.
2. Jangan meletakan telepon di saku celana atau kemeja. Alangkah baiknya jika menaruh ponsel di dalam tas
3. Menggunakan earphone ketika menerima atau melakukan panggilan telepon sehingga dapat menjaga jarak perangkat seluler dari tubuh.
4. Mengontrol durasi penggunaan telepon seluler.
5. Menggunakan sekat pelindung untuk mengurangi dampak radiasi elektromagnetik.

Walaupun kehadiran ponsel ditujukan untuk mempermudah aktivitas manusia, kita tidak boleh menganggap remeh dampak negatif dari penggunaan telepon. Karena jika diabaikan, tidak menutup kemungkinan radiasi elektromagnetik ponsel akan memberikan dampak kesehatan baik dalam kurun waktu yang dekat maupun di masa mendatang.
Info Lebih Lengkap Buka Website https://duta.co/bahaya-radiasi-elektromagnetik-telepon-selular

FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN

@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id

” DOKTER PARU ACEH GELAR PERTEMUAN ILMIAH, HADIRKAN DUA GURU BESAR “

” DOKTER PARU ACEH GELAR PERTEMUAN ILMIAH, HADIRKAN DUA GURU BESAR “

” DOKTER PARU ACEH GELAR PERTEMUAN ILMIAH, HADIRKAN DUA GURU BESAR ”

Prof DR dr Mulyadi SpP (K)– Dosen Fakultas Kedokteran (FK), Guru Besar di Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyampaikan materi saat Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) ke VIII di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Sabtu (23/7/2022) 

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) ke VIII secara tatap muka di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Sabtu (23/7/2022).
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mengupdate perkembangan ilmu kedokteran terkini, khususnya di Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. 

Acara tersebut terlaksana atas kerja sama antara Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) dan RSUD dr Zainoel Abidin yang berperan sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat penelitian.

Ketua Panitia PIRA ke VIII, dr Irmaini MPH SpP (K) dalam laporannya menyampaikan bahwa acara PIRA dilaksanakan selama dua hari berupa simposium dan workshop. 
Acara PIRA tahun ini mengusung tema “Maintaining Respiratory Health Troughout Pandemic”. Tema tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan pernapasan menyusul masa pemulihan pandemi Covid-19 dan peningkatan kompetensi dokter di Aceh untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik terhadap kasus-kasus penyakit paru dan saluran pernapasan.

Namun tahun 2022, seiring masa pemulihan Covid-19, PDPI Cabang Aceh dapat melaksanakan PIRA VIII secara tatap muka dan diikuti oleh lebih 152 peserta dari kalangan dokter umum, dokter spesialis yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Aceh dan juga dokter paru dari luar Aceh. 

Info Lebih Lengkap Buka Website https://aceh.tribunnews.com/2022/07/24/dokter-paru-aceh-gelar-pertemuan-ilmiah-hadirkan-dua-guru-besar

FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN

@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id

” MENJAGA KESEHATAN ORANG LAIN DIAWALI DARI KESEHATAN DIRI “

” MENJAGA KESEHATAN ORANG LAIN DIAWALI DARI KESEHATAN DIRI “

” MENJAGA KESEHATAN ORANG LAIN DIAWALI DARI KESEHATAN DIRI ”

dr Choirotussanijjah, MSi – Dosen Fakultas Kedokteran (FK)

DALAM dunia medis, penyakit menular didefinisikan sebagai penyakit yang dapat dipindahkan dari manusia ke manusia atau dari hewan ke manusia. Biasanya disebabkan oleh agen infeksi yaitu virus, bakteri, jamur serta parasit.

Salah satu contoh penyakit menular yang saat ini kita hadapi adalah ancaman COVID-19 yang jumlahnya kembali meningkat di bulan Juli 2022. Selanjutnya, terdapat hepatitis/ radang hati misterius yang diduga menyebabkan kematian pada 5 orang anak di Indonesia pada Mei 2022.

Selain penyakit di atas, beberapa penyakit menular lainnya yang masih menjadi tantangan di Indonesia adalah penyakit saluran pernafasan, pencernaan, penyakit kulit, mata dan telinga.

Jalur penularan dari penyakit tersebut pun sangat beragam, mulai dari hidung, mulut, kontak dengan kulit yang luka, serta cairan tubuh. Dari semua rute tersebut, faktor risiko penularan terbesar adalah melalui udara atau saluran nafas kemudian dilanjutkan oleh rute lainnya.

Faktor lain yang mempengaruhi penularan penyakit adalah adanya beberapa orang yang tinggal dalam 1 ruangan dalam jangka waktu lama seperti pada asrama, panti asuhan ataupun pondok pesantren.

Mengingat hal tersebut, hendaknya perlu digencarkan usaha promotif dan preventif untuk berbagai penyakit menular yang dapat dimulai dari diri sendiri.
Info Lebih Lengkap Buka Website https://duta.co/menjaga-kesehatan-orang-lain-diawali-dari-kesehatan-diri

FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN

@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id

Informasi Pendaftaran

Program Sarjana Kedokteran

Langkah awal belajar ilmu kedokteran