Profesi Dokter
PROFIL PROFESI DOKTER

Kaprodi Profesi Dokter
Mustika Chasanatusy Syarifah, dr., Sp.F., M.H

Sekrodi Profesi Dokter
Shobihatus Syifak, dr., Sp.S
Menghasilkan lulusan dokter yang terkemuka di bidang kedokteran pencegahan, unggul di tingkat nasional dan internasional (ASEAN), profesional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, berjiwa wirausaha serta berkarakter Islami.
- Menyelenggarakan profesi dokter berdasarkan sumber daya dan atmosfer yang kompetitif untuk memacu keinginan belajar, berpikir analitis, kritis, dan inovatif.
- Melaksanakan dan mengembangkan penelitian kedokteran klinik dan kedokteran komunitas terutama di lingkungan pesantren untuk menghasilkan karya ilmiah bermutu, kreatif, inovatif di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang bermanfaat dan berhasil guna.
- Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang kesehatan melalui penguatan Sivitas Akademika dan Mitra Kerja Praktik Klinik untuk mendapatkan inovasi dan keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
- Mengembangkan sumber daya manusia yang mampu menguasai dan menerapkan IPTEKS untuk meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika sebagai profesional yang memiliki integritas.
- Melaksanakan good governance yang profesional dalam mengelola program studi pendidikan profesi dokter didasari jiwa wirausaha dan nilai-nilai islami.
- Menumbuhkembangkan budaya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah dalam kehidupan sivitas akademika dan lingkungan wahana pendidikan profesi.

Unggul
Sesuai dengan Surat Keputusan LAMPTKes Nomor 0478/LAM-PTKes/Akr/Pro/IV/2025 Tahun 2021 Program Studi Profesi Dokter mendapatkan akreditasi.
~ Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKES)
Struktur Kurikulum Tahap Akademik PSPD FK UNUSA
Semester 1 - 2
| Semester | Mata Kuliah | K | P | T | SKS |
|---|---|---|---|---|---|
| Semester 1-2 | Penyakit Dalam | 0 | 6 | 0 | 6 |
| Kesehatan Anak | 0 | 6 | 0 | 6 | |
| Kedokteran Jiwa | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Neurologi | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Kesehatan Kulit dan Kelamin | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Farmasi Kedokteran | 0 | 1 | 0 | 1 | |
| Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medis | 0 | 1 | 0 | 1 | |
| Forensik dan Medikolegal | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Radiologi | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Total SKS | 24 | ||||
Semester 3 - 4
| Semester | Mata Kuliah | K | P | T | SKS |
|---|---|---|---|---|---|
| Semester 3-4 | Bedah | 0 | 6 | 0 | 6 |
| Anestesiologi dan Reanimasi | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Kesehatan Mata | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Kesehatan Telinga, Hidung dan Tenggorok | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Obstetri dan Ginekologi | 0 | 6 | 0 | 6 | |
| Kesehatan Masyarakat | 0 | 4 | 0 | 4 | |
| Kedokteran Komunitas | 0 | 2 | 0 | 2 | |
| Kedokteran Keluarga/ Kesehatan Haji/ Rehabilitation/Emergency Medicine/Family Medicine | 0 | 1 | 0 | 1 | |
| Bimbingan Rohani | 0 | 1 | 0 | 1 | |
| Total SKS | 26 | ||||
Berita Terkini
” BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULAR “
” BAHAYA RADIASI ELEKTROMAGNETIK TELEPON SELULAR ”
dr Irmawan Farindra, MSi – Dosen Fakultas Kedokteran
TELEPON selular atau ponsel adalah alat komunikasi yang dapat memancarkan gelombang elektromagnetik sebagai sarana untuk menerima dan mengirim sinyal atau informasi.
Gelombang elektromagnetik akan menghasilkan sebuah energi elektromagnetik yang dapat berpindah-pindah yang disebut radiasi elektromagnetik.
Radiasi elektromagnetik termasuk radiasi non-pengion yang tidak mampu mengionisasi molekul, namun mampu memicu pembentukan radikal bebas akibat proses eksitasi.
Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kerusakan jaringan akibat stres oksidatif dan penurunan akitifitas antioksidan pada tikus Wistar yang dipapar radiasi elektromagnetik ponsel.
Terpicunya kematian sel (apoptosis) pada jaringan yang dipapar ponsel. Peningkatan mediator-mediator inflamasi pada jaringan yang dipapar radiasi ponsel secara kronis.
Meskipun sejauh ini penelitian terkait dampak radiasi elektromagnetik dilakukan pada hewan uji coba, tidak menutup kemungkinan dampak yang sama akan dialami juga oleh manusia. Jika melihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan sejauh ini, dampak yang dapat diberikan terhadap kesehatan ketika terpapar radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel secara berlebihan, antara lain:
1. Gangguan hipersensitivitas elektrikal berupa sakit kepala, pening, serta kelelahan.
2. Mengganggu aktivitas otak sehingga menimbulkan gangguan tidur, memori spasial, kemampuan kognitif, serta proses belajar.
3. Berpotensi merusak sel-sel di dalam tubuh (spermatozoa, neuron, dll).
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga kebiasaan sehari-hari dalam menggunakan ponsel agar dapat meminimalisir dampak dari radiasi ponsel pada kesehatan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Menjauhkan ponsel ketika akan tidur. Hal ini dapat menjaga kualitas tidur anda.
2. Jangan meletakan telepon di saku celana atau kemeja. Alangkah baiknya jika menaruh ponsel di dalam tas
3. Menggunakan earphone ketika menerima atau melakukan panggilan telepon sehingga dapat menjaga jarak perangkat seluler dari tubuh.
4. Mengontrol durasi penggunaan telepon seluler.
5. Menggunakan sekat pelindung untuk mengurangi dampak radiasi elektromagnetik.
Walaupun kehadiran ponsel ditujukan untuk mempermudah aktivitas manusia, kita tidak boleh menganggap remeh dampak negatif dari penggunaan telepon. Karena jika diabaikan, tidak menutup kemungkinan radiasi elektromagnetik ponsel akan memberikan dampak kesehatan baik dalam kurun waktu yang dekat maupun di masa mendatang.
Info Lebih Lengkap Buka Website https://duta.co/bahaya-radiasi-elektromagnetik-telepon-selular
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN
@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id
” DOKTER PARU ACEH GELAR PERTEMUAN ILMIAH, HADIRKAN DUA GURU BESAR “
” DOKTER PARU ACEH GELAR PERTEMUAN ILMIAH, HADIRKAN DUA GURU BESAR ”
Prof DR dr Mulyadi SpP (K)– Dosen Fakultas Kedokteran (FK), Guru Besar di Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyampaikan materi saat Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) ke VIII di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Sabtu (23/7/2022)
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) ke VIII secara tatap muka di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Sabtu (23/7/2022).
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mengupdate perkembangan ilmu kedokteran terkini, khususnya di Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.
Acara tersebut terlaksana atas kerja sama antara Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) dan RSUD dr Zainoel Abidin yang berperan sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat penelitian.
Ketua Panitia PIRA ke VIII, dr Irmaini MPH SpP (K) dalam laporannya menyampaikan bahwa acara PIRA dilaksanakan selama dua hari berupa simposium dan workshop.
Acara PIRA tahun ini mengusung tema “Maintaining Respiratory Health Troughout Pandemic”. Tema tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan pernapasan menyusul masa pemulihan pandemi Covid-19 dan peningkatan kompetensi dokter di Aceh untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik terhadap kasus-kasus penyakit paru dan saluran pernapasan.
Namun tahun 2022, seiring masa pemulihan Covid-19, PDPI Cabang Aceh dapat melaksanakan PIRA VIII secara tatap muka dan diikuti oleh lebih 152 peserta dari kalangan dokter umum, dokter spesialis yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Aceh dan juga dokter paru dari luar Aceh.
Info Lebih Lengkap Buka Website https://aceh.tribunnews.com/2022/07/24/dokter-paru-aceh-gelar-pertemuan-ilmiah-hadirkan-dua-guru-besar
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN
@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id
” MENJAGA KESEHATAN ORANG LAIN DIAWALI DARI KESEHATAN DIRI “
” MENJAGA KESEHATAN ORANG LAIN DIAWALI DARI KESEHATAN DIRI ”
dr Choirotussanijjah, MSi – Dosen Fakultas Kedokteran (FK)
DALAM dunia medis, penyakit menular didefinisikan sebagai penyakit yang dapat dipindahkan dari manusia ke manusia atau dari hewan ke manusia. Biasanya disebabkan oleh agen infeksi yaitu virus, bakteri, jamur serta parasit.
Salah satu contoh penyakit menular yang saat ini kita hadapi adalah ancaman COVID-19 yang jumlahnya kembali meningkat di bulan Juli 2022. Selanjutnya, terdapat hepatitis/ radang hati misterius yang diduga menyebabkan kematian pada 5 orang anak di Indonesia pada Mei 2022.
Selain penyakit di atas, beberapa penyakit menular lainnya yang masih menjadi tantangan di Indonesia adalah penyakit saluran pernafasan, pencernaan, penyakit kulit, mata dan telinga.
Jalur penularan dari penyakit tersebut pun sangat beragam, mulai dari hidung, mulut, kontak dengan kulit yang luka, serta cairan tubuh. Dari semua rute tersebut, faktor risiko penularan terbesar adalah melalui udara atau saluran nafas kemudian dilanjutkan oleh rute lainnya.
Faktor lain yang mempengaruhi penularan penyakit adalah adanya beberapa orang yang tinggal dalam 1 ruangan dalam jangka waktu lama seperti pada asrama, panti asuhan ataupun pondok pesantren.
Mengingat hal tersebut, hendaknya perlu digencarkan usaha promotif dan preventif untuk berbagai penyakit menular yang dapat dimulai dari diri sendiri.
Info Lebih Lengkap Buka Website https://duta.co/menjaga-kesehatan-orang-lain-diawali-dari-kesehatan-diri
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN
@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id


