SELAMAT DATANG Di WEB FK UNUSA
PROFIL DEKANAT

Dekan
Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subsp.FER

Wakil Dekan I
Hotimah Masdan Salim, dr., Ph.D

Wakil Dekan II
Dr. Irmawan Farindra, dr., M.Si., AHK(K), FISCM

Wakil Dekan III
Hafid Algristian, dr., Sp.KJ
VIDEO PROFIL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA
PRODI PENDIDIKAN DAN PROFESI DOKTER UNUSA
INFORMASI KEGIATAN
kegiatan Yang Akan Datang
kegiatan lalu
No Results Found
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
BERITA
” ROKOK ELEKTRIK, APA BERBAHAYA BAGI KESEHATAN?”
” ROKOK ELEKTRIK, APA BERBAHAYA BAGI KESEHATAN? ”
dr Dewi Masithah, MKes – Dosen Fakultas Kedokteran (FK)
DULU merokok identik dengan kegiatan membakar tembakau. Daun tembakau yang telah diiris tipis dan dikeringkan tersebut dibalut dengan kertas, daun tembakau utuh, atau kulit jagung kemudian disulut dengan korek api.
Ada juga cara lain yaitu daun tembakau tersebut diletakkan dan disulut dengan korek api di dalam pipa rokok atau yang biasa disebut cangklong. Sekarang variasi merokok tidak hanya yang tersebut diatas. Akhir-akhir ini hadir rokok elektrik yang popular di kalangan kaum muda.
Di Amerika Serikat, kurang lebih sebanyak 2 juta siswa sekolah menengah dan menengah atas menggunakan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir pada 2021.
Awalnya rokok eletrik memang pernah digunakan sebagai salah satu alat bantu berhenti merokok atau terapi pengganti nikotin di bawah supervisi dokter. Sejak 2010, WHO tidak lagi merekomendasikan penggunaannya karena dari beberapa riset penelitian ditemukannya sejumlah bahan karsinogen sehingga tidak memenuhi unsur keamanan.
Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa https://duta.co/rokok-elektrik-apa-berbahaya-bagi-kesehatan
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN
@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id
Implementasi ESQ dalam Membentuk Dokter Rahmatan Lil’Alamin
Surabaya-Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar kuliah pakar Implementasi ESQ dalam Membentuk Dokter Rahmatan Lil'Alamin yang digelar pada tanggal 27 November 2022. Dalam acara ini diikuti oleh mahasiswa program studi S1 Pendidikan...
” HATI – HATI KENCING MANIS !! BISA MENYEBABKAN KEBUTAAN “
” HATI – HATI KENCING MANIS !! BISA MENYEBABKAN KEBUTAAN ”
dr Hani Faradis, SpM – Dosen Fakultas Kedokteran (Fk)
“DOKTER gula saya sekarang kan sudah normal , kenapa kok belum bisa melihat juga?” Dokter saya ukur kaca mata tidak ada yang cocok? Saya sudah operasi mata tapi tetap tidak bisa melihat padahal kencing manis saya sudah terkontrol?”
Itulah beberapa pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang dikeluhkan pasien seputar gangguan penglihatan yang di sebabkan kencing manis.
Kencing Manis dan Hubungannya dengan Penglihatan
Penderita kencing manis (diabetes melitus) semakin meningkat . Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas edisi 10 tahun 2021 menyebutkan, ada 527 juta orang dewasa dengan rentan umur 20-79 tahun menderita diabetes. Atau 1 dari 10 orang menderita kencing manis di seluruh dunia.
Semakin meningkat penderita kencing manis akan semakin meningkat penderita mengeluh gangguan mata , terlebih dua tahun terakhir di masa pendemi di mana tuntutan penggunaan gadget dalam semua aktivitas memerlukan penggunaan mata.
Kencing manis menyebabkan komplikasi pada organ tubuh tertentu, terutama bagian tubuh yang mendapatkan makanan dari aliran pembuluh darah kecil, salah satu nya ada mata.
Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa https://duta.co/hati-hati-kencing-manis-bisa-menyebabkan-kebutaan
FAKULTAS KEDOKTERAN UNUSA MENYIAPKAN GENERASI RAHMATAN LIL’ALAMIN
@unusa_official @bemfkunusa
IG : @fk_unusa
Fb : @Fakultas Kedokteran Unusa
Website : fk.unusa.ac.id
Mitra


























Bergabung Bersama Kami



