Model pembelajaran e-Sorogan adalah model pembelajaran yang menerapkan metode sorogan di pesantren dan memanfaatkan deviden teknologi. Metode sorogan adalah metode pembelajaran yang mengutamakan pendekatan individual yang telah lamadigunakan di pesantren. Santri mengajukan kitab tertentu untuk dijelaskan oleh kyaiataupun ustadz. Kemudian santri menjelaskan kembali dan dinilai oleh kyai ataupun ustadz. Pemanfaatan deviden teknologi dalam pembelajaran adalah memanfaatkan PC tablet (hardware) dengan spesifikasi yang sama oleh dosen maupun mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran (setiap sivitas diberikan satu PC tablet). Aplikasi (software) yang digunakan dalam pembelajaran merupakan kombinasi beberapa aplikasi ponsel yangcukup familiar bagi dosen dan mahasiswa. Model pembelajaran e-Sorogan merupakanhasil brainware untuk mengolaborasikan teknologi hardware maupun software tersebut dalam pendidikan kedokteran. Dengan demikian, inovasi teknologi menjadi daya ungkit untuk meningkatkan tradisi pendekatan individual dalam proses dan penilaian pembelajaran. Berikut ini adalah metode dalam proses dan penilaian pembelajaran yang dilakukan dalam model pembelajaran tersebut:

  1. Self-Assessed Individual Learning (SAIL):
    1. Audio-Based (AB-SAIL)
    2. Video-Based (VB-SAIL)
    3. Reading-Based (RB-SAIL)
    4. Writing-Based (WB-SAIL)
  2. Voice-Recognized Real-Time Collaboration (VR-RTC):
    1. Project-Based Learning (VR-RTC- JBL)
    2. Inquiry-Based Learning (VR-RTC- IBL)
    3. Case-Based Learning (VR-RTC- CBL)
    4. Problem-Based Learning (VR-RTC- PBL)
  3. Visually-Extended Skill Training (VEST)